Dunia Meizi (Part 1)
"Loh kok tiba-tiba gelap gulita gini sih, perasaan barusan terang benderang deh, tanpa adanya aba-aba penglihatan meizi gelap. Jangan bilang kalau aku diculik lagi! What?! Agkhhhhh! Kesel,Kesel,kesel,kesel keluh meizi dalam hati .
Apa tidak ada kerjaan yang lain selain nyulik anak orang, apa memang lagi trand kali ya pada masa sekarang" lanjut lagi dalam hati meizi.
"padahal kan setelah ngerjain tugas yang terakhir, kami bakalan dapat teraktiran makan-makan enak dan yang paling penting itu gratis lagi" dumel meizi masih dalam keadaan mata tertutup.
Walaupun mata tertutup, tangan diikat dan lebih tragis lagi diculik, lebih parah lagi gak tau siapa yang nyulik. Ya iyalah torr namanya juga diculik, ahh elahhh. Tapi jangan salah sangka, maupun salah duga epribadeh, jangan pokoknya jangan yah, jangan harap saat ini meizi dalam keadaan gemetaran karena takut. Because pikiran meizi saat ini hanya terfokus dan tertuju kata TRAKTIRAN, hebat bukan.
Setelah melewati lembah, bukit, lautan, samudra pasifik udah-udah thor jangan lebay. Okeh setelah melewati beberapa dekade, abat, tahun, masehi, thorrr!!
Ia ia maaf para netizen yang terhourmat.
Hemm.... setelah melewati beberapa drama adegan penyulikan, maka disinilah meizi saat ini.
"bawa kemari!" perintah seseorang tidak terlalu jauh dari keberadaan meizi saat ini.
Suara! Pekik meizi, aaaaa aku tau suara siapa ini, omel meizi dalam hati, masih dalam hati yaa. Belum menunjukkan sisi ngereongnya, alias sisi aslinya seorang meizi.
"eh buset dah kenapa cobak ni anak lagi, lagi-lagi ini anak, bosen tau ini anak melulu" masih dalam hati meizi.
Pegel, laper, bosen, pengen makan orang juga, kira-kira begitulah kondisi meizi saat ini. Setelah semua drama yang dilewati, ikatan yang menutup mata meizi sekarang sudah terlepas bebas. Dan sekarang sudah duduk manis tepat didepan pria yang menyuruh anggotanya menculik meizi. Namun, Kedua mahkluk ini enggan untuk memulai berbicara dan hanya saling tatap menatap lebih dari setengah jam.
"aku lapar" anggota 1
"diam! Kamu pikir aku tidak lapar? sibos ini masih aja betah saling tatap menatap" anggota 2, nyatanya memang adegan culik menculik ini pada siang bolong jadi harap maklum semua yang berperan dalam cerita ini pada kelaperan. Dan para anggota si pria ini saling bisik membisik, jarak mereka cukup jauh dari kedua mahluk di depan mereka yang masih betah dengan keheningan, yang mereka ciptakan sendiri.
"meizi apa kamu lapar?" akhirnya si bos alias si pria membuka mulutnya.
"aku mau pulang" meizi
"kamu mau makan apa? Ayam penyet, bakso urat, kangkung tumis, sambel pete,cimol? Dengan gigihnya tanya si pria lagi.
"AKU MAU PULANG" suara meizi meninggi 4 oktaf.
"jangan pancing esmosi ku meizi, selagi aku bertanya baik-baik maka jawab lah secara baik-baik" kata sipria dengan angkuhnya, tanpa ada noda dosa dari ucapannya.
"Ehh buset dah bertanya baik-baik dan jawab baik-baik, helow ini nih paling males berurusan sama ni satu makhluk, gak ada rasa bersalah-bersalahnya, heran dah, tapi ingat kata papicolo, bapak kantin kami dikampus "jangan pernah ada kata heran" lihat lah sipria itu sedikit pun tidak ada rasa penyesalan maupun rasa bersalah udah nyulik anak orang.
Terus sekarang? Apa? Dia bilang tadi apa? Hati meizi sungguh ingin menjerit, dan jujur seyuyurnya ingin sekali meizi ngerong kayak kucing reong saat ini juga. Tapi! tahan meizi, tahan, kamu tau kan ni makhluk seperti apa tambah meizi di dalam hatinya. Dan meizi memutar otaknya dari timur ke barat agar terlepas dari si pria didepannya ini. Terlepas tanpa mencucurkan air mata atau adanya adegan pertumpahan darah, ngebayanginnya aja males, batin meizi yang kelewat lebay. Tapi buntu sungguh buntu otak meizi saat ini untuk diajak kompromi.
****
PUTRI YULANTIKA
Komentar
Posting Komentar