PEJUANG TANGGUH

Kenapa aku menderita? Kenapa masalah-masalah ku kian lama kian menjulang tinggi, bahkan melampaui gunung-gunung yang tinggi? Kenapa aku? Kenapa harus aku? Kenapa orang-orang yang ada di sekitarku seperti tidak mengerti masalahku? Kenapa harus penderitaan yang aku lalui?


Bukan hanya pertanyaan-pertanyaan itu yang keluar dari hati setiap makhluk di muka bumi. Bahkan mungkin lebih dari pertanyaan itu. Memang tidak dapat kita pungkiri bahwa kenyataan nya seperti itu.


Bolehkah kita melihat dari sisi yang lain? 

Bukan kah yang kita lihat hanya masalahnya dan penderitaanya? Jangan terlalu terburu-buru untuk mennyimpulkan.

Coba kita renungkan kembali dengan  sekilas melihat kearah yang lebih positif.


Contoh kecil kita dapat belajar dari perjuangan ikan salmon, dimana ke istimewaan ikan salmon bukan hanya terletak pada nikmatnya daging ikan itu sendiri. Bahkan harganya juga aduhai cukup menguras isi dompet bukan. Tapi apakah kita pernah lihat perjuangan ikan salmon itu sendiri. Dimana kenyataannya ikan salmon harus kembali ketempat dia pertama kali ditetaskan untuk menetaskan lagi. Kemampuan mereka tidak ada tandingnya saat mendeteksi muara sungai asal-usul dimana mereka dulu ditetaskan. Ketika ikan salmon itu berhasil memastikan sungai kelahiran mereka, cerita belum selesai, melainkan baru saja mulai.


Mustahil jika ikan-ikan salmon sampai pada tujuannya jika dalam perjalanan mereka mengeluh dan berkeluh kesah.


Bayangkan saja ada sebagian harus melawan derasnya air kehulu bukan ke hilir, melawan tekanan air itu sendiri. Bukan hanya melawan tekanan air, mereka harus berhati-hati dan cekatan menghindari musuh-musuh mereka dalam perjalanan, yang siap memangsa mereka. Yaitu beruang  dan burung elang bukan kah sangat mengerikan kawan?


Tetapi pada kenyataan nya ikan-ikan salmon terus berjuang untuk generasi penerus mereka. Berjuang adalah berusaha sekuat tenaga, berupaya penuh dengan kesukaran dan bahaya.


Jadilah pejuang-pejuang tangguh kawan seperti ikan salmon, melihat setiap harapan dalam perjalanan. Berjuang, berusaha dan berupaya. Cerita kita belum berakhir, baru saja dimulai. Terimakasih pejuang-pejuang tangguh.



PUTRI YULANTIKA

Komentar