MELEPASKAN

Kenapa? Kapan? Aku lelah! 

Kata-kata yang selalu keluar dari mulut adik sepupu aku. Setiap dia berkeluh kesah aku hanya diam, diam mendengarkan tanpa adanya respon. Mungkin saat ini kami sama-sama lelah, yah! Cukup lelah dengan kondisi yang kami hadapi, saat ini.

Untuk kesekian kalinya dia teriak, teriak sangat keras. Lebih terlihat seperti orang yang hilang harapan. Masih dengan pertanyaan yang sama, masih dengan kata-kata yang sama. Kenapa? Kapan? Aku lelah! Aku menatap kedua bola matanya dengan tatapan yang tak ada arti, tandanya kosong. Berlahan aku melihat lekat-lekat kedua mata itu, cukup menggambarkan kodisinya saat ini, sangat rapuh.

Berlahan aku mendekat dan menggenggam kedua tangannya. Seperti mentranfer energi semangat untuknya. Aku berlahan menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya mengeluarkan penat yang ada di dada. 

Berlahan aku mulai mengeluarkan suara ku dengan hati-hati. " kenapa? Karna kamu sekuat itu, kapan? Percayalah setiap makhluk dimuka bumi ini memiliki porsi masing-masing. Bukankah hidup ini seperti roda yang berputar? Aku lelah! Istirahat lah sebentar jika kamu lelah, nanti ada waktunya untuk kamu bangkit lagi, percaya itu!" kata ku menekankan kepada kata percaya itu.

Tanpa aba-aba dia menjerit dan mengeluarkan banyak air mata. Memelukku dengan kuat dengan tubuh bergemetar. Tanpa ada kata lagi, tanpa ada pertanyaan lagi. Dia mengepaskan dan melepaskan semua penat di dadanya saat itu juga. Hanya dengan mengeluarkan air mata, hanya dengan sebuah pelukan hangat. Dia merasa sedikit beban itu lepas dari padanya.


PUTRI YULANTIKA

Komentar

Posting Komentar