KEKACAUAN
Dentingan detik waktu kian semakin terasa cepat berlalu.
Kala waktu itu terasa menghimpit sang kekuatan jiwa.
Menitik jejak sang penakluk petualang. Mengejar mimpi yang kian terasa semakin menjauh.
Menutup pintu mata hati, menepis kekacauan jiwa yang bergemuruh.
Kekacauan batin yang memporakporandakan isi pikiran. Menjangkau seluruh sel-sel keangkuhan.
Menepis kenyataan demi sebuah harapan baru.
Jejak petualang kian lama kian menepi tanpa arah tujuan.
Bukankan lebih baik jika langkah kaki ini, memiliki penerangan yang tajam.
Bukan mengoreksi tapi memperbaiki.
Bukan menghakimi tapi memahami.
PUTRI YULANTIKA
Komentar
Posting Komentar