Kalau Di Pikir-pikir Ya Jadi Kepikiran
Nulis apa ya? Tidak tau,
aku gak tau mau nulis apa.
Buntu otak aku, mau di ajak untuk berpikir juga tidak nyampe ke mana-mana.
Kalian pernah tidak seperti aku saat ini?
Suasana hati tidak beraturan (mood), makin dipaksa untuk berpikir makin buntu. Makin di ajak untuk berkompromi makin tertutup jalan pikirin ini. Seolah-olah tidak ada celah untuk maju mencari jalan keluar.
Andehhhh.....
Ternyata menulis itu juga harus berpadu rasa warna hati.
Dimana mood harus dikumpulin, malas harus di lawan, pikiran tidak melayang-layang alias tidak terbang-terbang.
Seandainya sudah terbang-terbang pikiran ini, yang tidak mau dipikirin juga, jadi kepikiran. Stuk disitu istilah zaman sekarang itu disitu-situ aja.
Pikiran melayang-layang kian kesana kian kemari. Diajak kesini dia kesana, diajak kesana dia berlari-lari.
"hey pikiran bisa tidak kamu fokus saja!" ingin kan kita kadang-kadang berteriak seperti itu sama pikiran kita sendiri.
Ya begitulah kira-kira tentang pikiran ini. Bukan kah selalu kita dengar kata-kata dari orang sekitar kita "udah tidak usah dipikirin"
Kita tau bukan? hanya saja kadang-kadang pikiran ini memang harus di dicuci atau kalau bisa sekalian di berus pakai sikat biar bersih tanpa noda.
Padahalkan nyatanya ingin juga kan buat tulisan yang menyenang kan bagi peminat pembaca gitu. Bukan hanya bagi si penulis bagi pembaca juga kan.
Yahhh....
Namanya penulis juga manusia biasa, sama kita semua. Sama-sama manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Ya Begitulah Kira-kira
PUTRI YULANTIKA
Komentar
Posting Komentar