PERDEBATAN

Seyuman dan Suara mu seirama dengan dentungan musik melody. Senyuman mu Nan indah di pandang. Suara mu Nan merdu untuk di dengar. Kau selalu memberi warna yg baru dalam hidup ku.


Bibir mu bergerak dan suara mu berbisik ke dalam telingaku, untuk meneguhkan jiwa ini. Jiwa yang hampir tenggelam karna keterpurukan yang amat teramat dalam.


Tangan mu hangat bagaikan sinar mentari dipagi hari yang menghangat kan bumi. Tangan mu menggenggam erat hati ini, seakan akan tidak mau melepaskan diri ini.


Jika boleh ijinkan aku hanya pinta satu yaitu menghentikan, menghentikan waktu, waktu saat ini.

Kau selalu sapa senyum dengan tingkah mu yg lucu, membuat damai di hati ku.


Warna tawa mu dapat menghiasi hidup ku, mengalihkan beban hidup dengan tawa yang meriah.


Bukan menghindari, kadang kala ingin terlihat kuat oleh sang pujangga hati. Menepis sebagian kerutan di dahi, menampik kekecewaan yang ada di hati. 


Manakala mengharuskan ketegaran di jiwa. Wahai sang pencipta yang kekal nan abadi, lihat lah sisi hati ini. Ingin melarikan diri dari kenyataan ini.


keadaan yang mengharuskan diri ini untuk tetap bertahan disini. Wahai para penduduk bumi, lihat lah kehancuran hati ini, tidakkah merindu untuk berdamai dengan setiap penguasa-penguasa bumi. 


Tanpa memaksakan perdebatan batin ini antara ekpektasi dan realita hidup, ternyata hanya kedamaian yang mampu menyejukkan hati ini.



PUTRI YULANTIKA


Komentar