KERTAS PUTIH POLOS
Mereka ibaratkan kertas putih polos tanpa noda. Dimana keluarga, lingkungan, pergaulan dan dunia sekitar yang akan menentukan coretan-coretan dikertas putih itu.
Mereka lugu dan polos saat menyapa tidak lupa dengan seyuman manis dipipi mereka. Mengeksperesikan hati dengan kelakukan, belum mampu menyembuyikan rasa yang ada dihati.
Mereka lebih suka bertanya dan mengulang pertanyaan yang sama. Mereka lebih suka diperhatikan dan dimanjakan. Mereka lebih suka diutamakan dan dikedepankan.
Mereka peniru yang sangat handal, dimana saat-saat orang-orang disekitar mereka memberi contoh maka mereka akan menjadi pelaku kedua yang mampu meniru tanpa ada rasa kesalahan.
Mereka akan tumbuh dan berkembang dengan setiap coretan-coretan yang mereka tiru. Mereka belum memahami yang mana yang baik dan buruk terhadap dampak kehidupan mereka dimasa yang akan datang.
Mereka mulai paham air mata kesedihan dan tawa yang menggembirakan. Mereka akan merasakan jika situasi dan keadaan disekitar mereka dalam keadaan suka maupun keadaan duka. Hanya belum mampu memahami situasi yang ada.
Mereka akan menjadi penerus dan pewaris untuk kelangsungan perputaran bumi ini. Sehingga marilah kita sebagai keluarga, lingkungan, dan orang-orang disekitar mereka memberikan coretan-coretan yang unik dan baik.
Mereka akan menuju kemasa yang akan datang, mereka akan menjadi penerus dan generasi yang mampu mengguncang dunia. Baik dalam hal apapun juga mereka berlahan-lahan akan melangkah menuju kesana.
Mereka pelan-pelan tapi pasti akan melangkah demi langkah menyusuri perjalanan hidup ini. Dimana mereka akan mulai memahami situasi dan kondisi dimana mereka tinggal yaitu dibumi ini.
Mereka berlahan-lahan akan dikejutkan dengan yang namanya proses kehidupan, dimana mereka akan harus dihadapkan dengan pertanggung jawaban atas apa yang telah mereka pilih atas hidup mereka.
Komentar
Posting Komentar