CERITAKAN SAJA

Disini ditempat yang teduh ini, aku hanya ingin sebentar meneduh disini. Desiran air mancur yang terasa begitu hangat, angin berhembus menyapa pipi cabiku. Ketenangan, kedamaian, ketentraman bukankah itu yang dicari penduduk bumi saat ini. Begitu juga dengan aku, aku mencari ketenangan, kedamaian, ketentraman di jiwa dan di hati. Menghiasi wajah indah dengan senyuman nan indah, menetralisir kegundahaan di dada. Mengumpulkan puing-puing tenaga dan energi yang terkuras habis oleh sang waktu. 


Ku hela nafasku berkali-kali membiarkan penat yang bertumpuk di hati lepas begitu saja. Mengarahkan pandanganku ke permukaan yang luas nan indah di hadapanku saat ini. Sesekali memejamkan mata ini,untuk meresapi suara bunyi percikan air mancur ini. "Hahh! Nyamannya" gumamku.


Seyuman dari bibirku tidak kunjung mau pudar, karena terlalu damai hati ini. Sudah nyaman dengan posisi dan keadaan saat ini, enggan untuk berganti posisi atau beranjak dari sini.

Pandanganku teralihkan dengan dua ekor burung yang saling kejar mengejar,sesekali mengeluarkan suara indah mereka. Aku terpaku diam melihat tingkah kedua burung mungil itu. Mereka seakan-akan  menyapaku dan memberi sedikit energi yang kuat. Bahkan dari kejauhaan ada beberapa ekor burung yang indah,bertengger di bagian dahan-dahan kayu. Melompat kesana kemari dengan penuh semangat dan kelihatan mereka menikmati suasana yang ada. Sama seperti aku yang menikmati suasana tempat ini. 


Kupu-kupu berbagai macam ragam warna,yang berterbangan di antara bunga-bunga indah, bunga-bunga yang mengelilingi air mancur. Perpaduan yang sangat indah bukan,ya! Sangat-sangat indah sehingga aku terlarut begitu dalam dengan suasana ini.


Tidak ada sedikitpun terbesit di pikiranku untuk meninggalkan tempat ini. Dimana lagi aku mencari? Kemana lagi aku melampiaskan penatku? Selain disini ditempat ini. 

Jiwa yang sempat kalang kabut, jiwa yang sempat kehilangan arah. Hati yang sempat membeku,hati yang sempat dingin. Berlahan semuanya mencair dan menghangat. 


Kisah-kisah sebelumya tanpa disadari menerpaku begitu keras. Melupakan adanya jiwa dan hati yang harus dirawat. Kenangan-kenangan yang manis, pahit, campur rasa, mampu membuat jiwa dan hati serabutan

 tanpa arah dan tujuan yang pasti.


Terlalu mengenang dan terlalu terlena bak penyihir yang handal,menyihir segala pikiran, jiwa dan hati. Sungguh aku melupakan itu semua, sungguh ada hati dan jiwa yang harus dirawat dan di tata.


Terimakasihku kepada Sang Pencipta, sehingga memberi waktu untuk memperbaiki. Memberikan tempat saat ini,disini dikenyamanan ini.

Komentar