TAKARAN YANG PAS

TAKARAN YANG PAS

(cukup, tidak lebih tidak kurang,

Seimbang seperti timbangan)



Tidak apa-apa semua akan kembali ke tempat asalnya. Kamu tinggal jalani saja,langkah demi langkah, tujuan satu demi tujuan satu. Pelan-pelan saja tidak usah terburu-buru. Tenangkan,teguhkan,kuatkan hati dan pikiran. Supaya semua terasa ringan saat melewati perjalanan-perjalanan yang kamu tempuh. 


Jangan terlalu dipaksa dan jangan berhenti di tempat, seimbang seperti timbangan. Jika berat sebelah cek kembali apa yang membuat tidak seimbang, perbaiki sedikit demi sedikit.


Jangan fokus terhadap hidup orang lain tetapi fokuslah terhadap hidup sendiri. Jika fokusmu terhadap hidup orang lain, kamu akan selalu merasa kekurangan. Cukuplah fokus untuk diri sendiri dan perbaiki diri sendiri.


Nikmati apa yang kamu punya atau yang kamu miliki sekarang karena itu lebih dari cukup.

Kamu sempurna,kamu baik,kamu hebat tidak ada seorangpun yang bisa seperti dirimu dan mampu di posisimu sekarang ini.


Lihatlah bunga bakung ditaman, bunga bakung saja dipelihara oleh sang pencipta,apa lagi kamu yang di kasihiNya. Boleh saja berhenti,tetapi jangan lupa ya untuk melangkah lagi. Tidak apa-apa jika kecepatan kamu tidak seperti kecepatan kereta api cepat (Shinkansen atau kereta peluru) dikembangkan oleh Jepang.

Takutnya jika kecepatanmu dipaksakan akan membuatmu cepat kelelahan dan mudah menyerah.


Introfeksi diri sendiri terlebih dahulu (mengenali karakter yang ada pada diri sendiri). Bukankah sudah sering kita mendengar dan membaca tulisan "bercermin". Pelan-pelan kenali karakter diri sendiri,yang buruk diperbaiki dan yang sudah cukup (pas) dipertahankan.  Sulit memang tapi bertahanlah dan berjuanglah mengenali karakter diri sendiri.


Terkadang teori lebih mudah daripada praktek bukan? Tidak apa-apa, ingatlah juga bahwa apapun yang terjadi atas dirimu dunia akan terus berputar. Kesal pada diri sendiri,karena belum mampu mengenali karakter diri sendiri boleh-boleh saja. Tidak akan ada yang melarang kamu, hanya saja itu akan memperlambat prosesmu. 


Praktek adalah tujuan untuk bertindak atau melaksanakan apa yang akan kita jalani. Satu,dua,tiga kali dan bahkan ratusan kali praktekmu gagal tidak apa-apa. Bukankah Thomas Alva Edison mengalami 1.000 kali kegagalan saat menyempurnakan bola lampu ciptaanya. Kalau kamu berapa kali mengalami kegagalan? Nahhh! Jangan putus asa dan tetap pegang kendali stirmu. Edison saja bisa kenapa aku,kamu,dia dan kita semua tidak bisa? Bisa,yakin pada diri sendiri itu penting juga loh. Edison saja sama seperti kita,sama-sama manusia, Edison bisa kita juga harus bisa dong.


Tidak usah panjang-panjang ceramahnya,intinya dari penulis sendiri mau kasi tahu untuk semua pembaca, bahwa kalian sempurna,kalian hebat,kalian kuat kalian akan menemukan jati diri kalian sendiri di waktu yang tepat.


Putri yulantika


Komentar