LORONG YANG GELAP

LORONG YANG GELAP

(Nyeri dan perih hati ini tanpa adanya undangan yang resmi,dia selalu menghampiri)



        Lorong yang gelap,menakutkan dan tak berujung, pengap, tidak ada angin yang masuk. Bahkan cahaya setitikpun tak terlihat,sangat gelap.

Seketika terasa sesak dada ini,perih seperti tersayat-sayat. Seorang diri, iya! Aku seorang diri menyusuri lorong yang gelap ini. Kakiku seperti di ikat kencang, dililit oleh tali yang kencang. Bergerakpun tidak mampu, selangkahpun tidak bisa, tanganku juga di ikat sangat kencang, membuatku susah untuk bergerak.

Seluruh tubuhku gemetar dan pikiranku diambang pintu kehancuran.


     Mataku bengkak terlalu lama larut dalam sedih sendu, kerongkonganku kering terlalu lama berteriak dan menjerit.

Aku lelah,sungguh aku lelah dan batinku meringis kesakitan. 

"Bantu aku" bisikku dalam isak tangis, sampai kapan aku dilorong yang gelap ini? "tolong keluarkan aku" pintaku.


   Tenaga dan energi ku terkuras habis,mataku kian memanas,hidungku kian tersumbat tidak ada ruang untuk udara, "menyakitkan! Sungguh menyakitkan" lirihku.

Lorong gelap tanpa harapan,lorong gelang yang menyiksa fisik dan batinku.


   Aku berusaha menoleh kebelakang,mencari sumber kesalahan (mungkin banyak yang harus diperbaiki), dan aku menoleh kedepan mencari sumber harapan.

Aku melihat ke atas berharap adanya sumber pertolongan dan aku melihat kebawah mengingat banyaknya beban tumpuan kaki berpijak. 


      Berat sungguh berat,terasa ratusan ton beban dipundak bertengger dengan nyaman. Tidak ada kata lagi selain "ini sungguh-sungguh menyakitkan". Nyeri dan perih hati ini tanpa undangan yang resmi dia selalu menghampiri. Puluhan kali? Ratusan kali? Bahkan ribuan kali? Mungkin lebih tepatnya tak terhitung. Pertanyan-pertanyan mengapa harus aku? Kenapa ini terjadi kepadaku? Yang selalu hinggap dan berkeliaran diotak kecil ini.


    Tidak terasa kian lamanya aku tidak mampu untuk keluar dari lorong gelap ini. Hari demi hari,bulan demi bulan dan tahun demi tahun aku masih disini,terperangkap dalam lorong yang sangat gelap dan menakutkan. "Apa kesalahan terbesarku? Sehingga aku terperangkap terlalu lama di lorong gelap ini?" tambah batin ku.

    Aku berusaha mengarahkan segenap kekuatan dan tenagaku. Agar aku mampu mencari setitik cahaya, untuk penuntunku keluar dari lorong gelap ini. Namun harapan setitik itupun sirna sudah,punah tanpa harapan.

Sungguh! Apakah ini benar-benar sungguh nyata? Apakah benar-benar tidak ada jalan keluar? Lirihku lagi.


   Didalam lorong gelap ini terlihat pengikat yang sangat kuat,pengikat itu tanpa aku sadari menggrogoti setiap pikiran-pikiranku. Dendam, kebencian, ketakutan, kehawatiran, kebimbangan, kata-kata mengintimidasi,luka batin. Tanpa aku sadari mereka menyesatkan perjalanku di lorong gelap ini,mereka membuatku semakin meratapi diri sendiri, sungguh menyedihkan.


  "Keluar" batinku menjerit,aku harus keluar, mengerahkan segala cara apapun aku harus keluar, aku tidak akan pernah berakhir di lorong yang gelang ini. Tanpa aku sadari dari kesadaran-kesadaran yang aku rasakan, sedikit demi sedikit aku menemukan setitik cahaya di lorong gelap ini. 

"Masih ada harapan" batinku


   Aku berusaha menenangkan jiwa dan pikiranku,mengajak mereka kompromi,mengajak mereka berdamai dengan keadaan. "Sulit" lirihku lagi, sungguh ini sulit sekali.

"Lepaskan" batinku pengikat ini semua lepaskan,pelan-pelan,tidak usah buru-buru. Berlahan akan terlepas sendiri, iya! terlepas dari pengikat ini.


    Berlahan aku membuka kedua kelopak mataku, berlahan aku melihat sekelilingku. Memastikan keadaan sekitar lorong gelap ini. Berlahan pengikat yang ada di fisik dan jiwaku  Berlahan mereka melepaskan aku, berlahan mereka pergi tanpa aku sadari. Langkah,langkah pertama yang akan aku telusuri mencapai titik terang itu. Menggenggam sekuat tenaga kepercayaan diri,menapik keragu-raguan yang ada di hati.


"Bisa" bisik ku,aku pasti bisa menyusuri langkah demi langkah.

Benar adanya berlahan aku mulai keluar dari lorong gelap ini. Berlahan perasaan yang membeku mulai mencair,hanya tinggal kedamaian,ketentraman dan sedikit demi sedikit cahaya yang terang semakin tergapai.


Aku memejamkan kedua mataku,menghirup udara yang selama ini mencekamku. "Indah" hanya kata itu yang dapat aku gambarkan. Terlepas dari lorong yang gelap,menepis semua kegundahaan yang mengikat, berdamai dengan diri sendiri dan menerima semua keadaan dengan lapang dada.


Putri yulantika



   


Komentar