AIR DAN BATU

(Dari air kita belajar "ketenangan"

Dari batu kita belajar "ketegaran")


Air dan batu sama-sama memiliki fungsi masing-masing. Atau kegunaan yang berbeda-beda. Kita sudah tahu kan apa manfaat air dan batu? Tapi disini kita membahas tentang "belajar kehidupan dari air dan batu". Wah! Ternyata belajar itu bukan hanya dalam perjalanan sekolah saja. Tapi yang paling utama adalah perjalanan "kehidupan". Kehidupan itu memang full (penuh) dengan yang namanya "belajar". Tidak apa-apa, pelan-pelan saja,tidak usah buru-buru. Santai saja yang terpenting ada kemauan untuk belajar bukan? Yuk kita belajar heheh.



Dari air kita belajar ketenangan, di saat banyak hambatan tetap tenang. Air akan terus mengalir ke tujuannya,dari dataran tertinggi ke dataran terendah.  Apapun yang menghalangi perjalanan air,air akan tetap tenang dan menunggu waktu  untuk melakukan perjalanan lagi.

Pernahkan kita melihat air yang di tambak atau air yang tertimbun tanah, sehingga perjalanan air menjadi terhambat. Atau bahkan banyaknya sampah-sampah yang menghalangi perjalanan air. Tapi air tetap tenang,air tidak marah,tidak mengomel. Kita dapat belajar dari air bukan? Walaupun banyaknya hambatan-hambatan,rintangan-rintangan atau persoalan-persoalan. Yang menghambat perjalanan hidup kita,kita harus tetap tenang, mengambil sikap seperti air,tunggu waktu yang tepat untuk melangkah lagi. Tidak masalah terhenti sebentar atau bahkan waktu yang lama. Untuk melanjutkan perjalanan kehidupan selanjutnya. Tetap tenang ya seperti air, percaya waktu akan membuat perjalanan kita seperti air terjun, deras. Tidak akan ada yang dapat menghalangi perjalanan kita.



Dari batu kita dapat belajar ketegaran. Ada juga pepatah mengatakan "jangan keras kepala seperti batu" itu dari konsep arah yang berbeda. Kita disini belajar dari konsep "ketegaran batu".  Batu di injak, di pukul di jadikan beberapa bagian. Langsung diterpa hujan lebat tanpa adanya tempat berteduh. Langsung diterpa triknya matahari tanpa ada yang memayungi. Tapi batu tetap tegar,batu tidak mengomel,tidak marah-marah juga. Tanpa kita sadari di saat situasi atau keadaan kita. Tidak seperti yang kita harapkan atau bayangkan. Kita lupa dengan kata "ketegaran".  Menjadi tegar sungguh memang sangat sulit bukan? Tapi tidak ada salahnya belajar dari batu. Batu tetap bertahan dan tegar dalam keadaan dan kondisi apapun yang menimpa batu. Kita juga bisa,kita bisa lebih tegar dari batu,lebih kuat,lebih kokoh. Ambil sikap yang positif, berlahan tapi pasti kita mampu.


Putri yulantika

Komentar